select your language (English - Bahasa Indonesia)
member login:
password:
  register - password ?
 



PT Galenium Pharmasia Laboratories

Jl. Adityawarman no. 67.
Kebayoran Baru. Jakarta 12160
INDONESIA
Event Of The Month


Tuberkulosis : Bukan Batuk Biasa

 

Tuberkulosis : Bukan Batuk Biasa

 

Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis dan menular yang saat ini menjadi masalah global. Indonesia adalah negara ketiga penyumbang jumlah kasus TBC terbanyak di Dunia setelah India dan Cina. Berdasarkan Global Tuberculosis Control Report 2009 yang dikeluarkan oleh WHO, terdapat 528.063 kasus TB baru di tahun 2007. Jumlah tersebut terus meningkat setiap tahunnya. Di Indonesia, sekitar 140.000 penderita TB meninggal setiap tahun. Artinya, setiap 4 menit 1 orang meninggal akibat TB.

           

            Penyebab TB adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada umumnya bakteri TB menyerang paru-paru,  namun bakteri TB dapat menginfeksi bagian tubuh lain seperti ginjal, tulang belakang, otak, dan sebagainya.  Penyakit TB ditularkan oleh penderita melalui percikan dahak ketika penderita TB bersin, batuk atau berbicara. Udara yang mengandung bakteri TB dapat terhirup orang lain, saat inilah bakteri TB masuk dan menginfeksi tubuh. Saat tubuh dalam kondisi fit, infeksi TB tidak akan berkembang menjadi penyakit TB. Namun bakteri TB dapat menjadi aktif dan memperbanyak diri saat daya tahan tubuh melemah. Berikut adalah faktor risiko yang menjadikan infeksi TB lebih mudah berkembang menjadi penyakit TB:

·         Infeksi penyakit lain seperti HIV/AIDS

·         malnutrisi (gizi buruk)

·         pemukiman yang padat (crowded housing)

·         pekerjaan atau lingkungan yang memungkinkan infeksi kuman TB

          

           Gejala klinis TB hampir mirip dengan batuk biasa atau bronchitis. Karena itu TB juga dikenal dengan sebutan ”Bukan Batuk Biasa (3B)”. Untuk menegakkan Diagnosis yang akurat dibutuhkan pemeriksaan sputum (dahak) dan pemeriksaan radiologis. Beberapa gejala umum penyakit TB antara lain:

·         Batuk lebih dari 3 minggu

·         Dada terasa sakit

·         Batuk berdarah atau mengeluarkan dahak dari dalam paru-paru

·         Demam berulang disertai keringat pada malam hari tau pada saat tidur

·         Badan terasa lemah dan sangat letih

·         Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas

·         Kehilangan nafsu makan

          

            Walaupun jumlah kasusnya terus meningkat, penyakit TB dapat di intervensi dengan berbagai cara, antara lain dengan imunisasi BCG dan kebersihan lingkungan yang baik.  Namun jika sudah terlanjur menjadi penyakit, TB masih bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan teratur. Pada prinsipnya pengobatan TB bertujuan untuk membunuh bakteri TB dalam tubuh, yaitu dengan pemberian obat anti tuberkulosis. Sebagai dasar pengobatan TB, dokter biasanya akan meresepkan Isoniazid (INH) dan Rifampisin. Secara in vitro, INH bersifat menghambat pertumbuhan bakteri dan membunuh bakteri.

           

            Sampai saat ini INH masih merupakan obat yang efektif untuk mengobati TB, namun pengobatan dengan INH sering menimbulkan efek samping berupa neuritis perifer. Oleh karena itu, pengobatan dengan INH sebaiknya disertai dengan pemberian vitamin B6.

           

            Pengobatan TB memang membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 6 – 9 bulan. Meskipun demikian, penderita TB dapat sembuh total dengan kepatuhan minum obat dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan perbaikan gizi.

[back]

Copyright © 2006 - PT Galenium Pharmasia Laboratories